Asing Lepas Saham, IHSG Naik 11 Poin

IHSG Masih Kuat Meski Asing Lepas Saham Bank

Di kutip dari laman finance.detik.com, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ada harapan naik 11 poin di landa maraknya aksi jual asing. Saham-saham bank menjadi sasaran dalam aksi jual asing.

broker forex luar negeri terpercaya

Di perdagangan preopening, IHSG dibuka naik 26 poin. dalam Aksi beli investor domestik yang di tahan IHSG di zona hijau.

Indeks berhasil keluar dari zona merah pada perdagangan siang ini. Pada Posisi tertinggi yang pernah diraih IHSG di level 6.351,308.

Pada penutupan perdagangan tadi di Sesi I, Kamis (22/8/2018), IHSG naik lebih tipis 11,954 poin (0,19%) ke level 6.324,786. Sementara pada Indeks LQ45 naik tipis 1,104 poin (0,11%) ke 1.039,539.

Aksi penjualan asing membuat laju dari IHSG sedikit terhambat. dan yang mendominasi perdagangan hari ini,adanya Transaksi investor dalam negeri.

Pada pembukaan Perdagangan hari ini cukup ramai berjalan dengan frekuensi transaksi sebanyak 202.729 kali pada volume 7,591 miliar lembar saham dengan nilai Rp 5,689 triliun. Sebanyak 193 saham mengalami kenaikan, dan 133 turun, dan 112 saham pada posisi stagnan.

Sedangkan pada Bursa regional di rata-rata sedang melemah hingga siang tadi, yang terlihar menguat hanya jepang. tetapi sentimen ini tidak begitu terasa ke dalam negeri.

Berikut ini kondisi bursa Asia hingga pada siang tadi

* Indeks Nikkei 225 naik 122,75 poin (0,57%) ke posisi 21.503,72.
* Indeks Hang Seng menurun 155,94 poin (0,50%) ke 31.258,58.
* Indeks Komposit Shanghai melemah 28,71 poin (0,88%) ke level 3.252,24.
* Indeks Straits Times turun 7,78 poin (0,22%) ke level 3.503,35.

Saham-saham yang mengalami kenaikan secara signifikan dan masuk ke jajaran top gainers di antaranya, antara lain Gudang Garam (GGRM) naik Rp 625 ke Rp 75.575, Indo Tambangraya (ITMG) menguat ke Rp 550 ke Rp 28.450, United Tractor (UNTR) mengalami kenaikan Rp 400 ke Rp 32.800, dan Indah Kiat (INKP) juga naik Rp 300 ke Rp 11.725.

Sementara pada saham-saham yang mengalami penurunan yang cukup dalam dan masuk kategori top losers adalah Supreme Cable (SCCO) menurun Rp 300 ke Rp 10.200, Elang Mahkota (EMTK) juga turun Rp 250 ke level Rp 8.750, Unilever (UNVR) turun Rp 175 ke level Rp 51.100, dan Bank Mandiri (BMRI) juga turun Rp 150 ke posisi Rp 8.050.

Sumber. [ finance.detik.com ]

Comments Closed
Copyright © Belajar Forex, Broker Forex