Bursa Saham Asia Mixed

Pernyataan Tarif Trump Bikin Bursa Saham Asia Mixed

61

Bursa saham Asia diperdagangkan bervariasi pada hari Jumat, karena reli Wall Street pada penutupan kemarin gagal diterjemahkan usai Presiden AS Donald Trump mengusulkan tarif tambahan baru untuk produk China.

Melansir CNBC, Jumat (6/4/2018), Trump menginstruksikan ke pejabat perdagangan AS untuk mempertimbangkan tarif tambahan baru untuk produk asal China yang masuk ke AS senilai USD100 miliar.

Menurut Trump, langkah ini sebuah langkah yang tepat mengingat untuk membalas China. Meskipun, Trump masih membuka pintu untuk negosiasi.

Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer mengatakan, tarif tambahan tersebut tidak akan dilaksanakan sampai proses komentar publik disimpulkan.

Hal ini membuat indeks saham acuan Jepang, Nikkei bergerak landai 0,16% dan Topix naik tipis 0,15%. Sementara itu, indeks saham acuan Korea Selatan, Kospi turun 0,7%.

Indeks saham acuan Australia, ASX 200 sedikit berubah pada awal perdagangan, dengan indeks terakhir lebih tinggi hanya 0,01%

Indeks saham AS berjangka jatuh menyusul perkembangan terkait perdagangan terbaru, dengan Dow Jones industrial average futures jatuh lebih dari 300 poin. S&P 500 dan Nasdaq berjangka juga berada di bawah tekanan.

Sebelumnya, pasar saham AS dan Eropa mengalami penguatan di sesi terakhir karena kekhawatiran perdagangan di kalangan investor menurun di sesi terakhir. Dow naik hampir 1% dan pan-Eropa Stoxx 600 naik 2,4% pada penutupan Kamis.

Keprihatinan investor atas retorika perdagangan AS-China telah menjadi fokus dalam sebulan terakhir. Pelaku pasar berada di tepi atas ketegangan perdagangan yang berpotensi memicu perang dagang antara dua ekonomi terbesar di dunia.

Sebelumnya, China pada Rabu juga telah mengumumkan rencana untuk tarif tambahan pada 106 produk AS. Itu terjadi setelah pemerintahan Trump merilis daftar impor China yang dapat ditargetkan dengan tarif yang diusulkan.

“Pasar mencerna fakta bahwa sebagian besar pembicaraan tarif perdagangan sulit tidak mungkin menghasilkan tindakan yang akan mengganggu pertumbuhan global,” kata Kepala strategi mata uang dan kepala ekonomi internasional di Commonwealth Bank of Australia, Richard Grace.

Sumber. [ okezone.com ]

Comments Closed
Copyright © Belajar Forex, Broker Forex