Dolar AS Melemah

Kenaikan Suku Bunga AS Membuat Mata Uang Dolar Jatuh

Mata uang Dolar AS melemah pada akhir perdagangan dinihari tadi kamis,(22/03) setelah kabar kenaikan suku bunga Federal Reserve di tahun 2018 ini.

Dolar AS melemah

Indeks dolar, yang berhadapan terhadap enam mata uang lain, kehilangan 0,65 %, menjadi 89,78. Indeks dolar terakhir melemah di bawah 89,90 di hari Selasa kemarin, ketika mencapai pada 89,846

The Fed pada Rabu kemarin mengumumkan adanya kenaikkan suku bunga 0,25 persen, kenaikan yang pertama di tahun 2018. The Fed juga meningkatkan prospek untuk ekonomi AS mendatang, melihat dari keuntungan pekerjaan dan pengangguran yang rendah. Sementara pada bank sentral berharap ada tingkat kenaikan secara bertahap pada jangka panjang, prospeknya tidak mengalami perubahan pada tiga kenaikan di tahun 2018.

Prospek ekonomi sedang menguat beberapa bulan terahir ini. Komite berharap bahwa, dengan menyesuaikan secara bertahap dalam mengambil sikap kebijakan moneter, kegiatan perekonomi akan terus berkembang pada kecepatan yang moderat pada kondisi jangka dan pasar tenaga kerja menengah akan tetap menguat,” pernyataan dari panitia Federal Reserve.

Para analis meragukan laju kenaikan suku bunga the Fed, lebih cepat sehingga dapat menyebabkan turunnya dolar AS yang sudah dimulai dari tahun lalu untuk perbaikan pertumbuhan ekonomi di luar Amerika Serikat dan ada kemungkinan bank-bank sentral utama lain akan mengurangi stimulus moneter mereka.

Sedangkan Euro terakhir menguat 0,46 persen, di level $ 1,2296.

Sementara pada Dolar Kanada dan peso Meksiko juga naik setelah adanya laporan bahwa Gedung Putih telah di turunkannya permintaan ekspor mobil dalam sebuah negosiasi ulang Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA). Peso menguat 1,47 persen, pada 18,491.

Dolar Australia juga naik di 0,95 persen, pada level $ 0,7795, rebound dari level terendah dalam tiga bulan terahir di $ 0,7672.

Produsen komoditas besar, Australia, termasuk di antara negara-negara yang rentan jika ada kebijakan proteksionisme Presiden Amerika Serikat Donald Trump memicu adanya pembalasan dari para konsumen komoditas Tiongkok.

Sterling naik di 0,95 persen, pada level $ 1,413 setelah data upah As yang menunjukkan tumbuh pada laju tercepat selama lebih dari dua tahun ini, mendukung bahwa Bank of England akan menaikkan suku bunga di awal Mei.

Comments Closed
Copyright © Belajar Forex, Broker Forex