Ekonomi Kuartal I Diramal Tumbuh 5,1 %

Pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I 2018 diprediksi mencapai 5,1 persen secara tahunan. Capaian ini lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu yakni 5,01 persen, namun lebih rendah dari kuartal sebelumnya yakni 5,19 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) rencananya akan mengumumkan angka pasti pertumbuhan ekonomi pada hari ini pukul 11.00 WIB.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan bahwa andil pertumbuhan masih bertumpu pada konsumsi masyarakat serta investasi.

Laju pertumbuhan konsumsi masyarakat akan bergerak di angka 4,98 persen hingga 4,99 persen atau membaik dibanding kuartal lalu yang hanya 4,97 persen. Sementara itu, Pembentuk Modal Tetap Bruto (PMTB) diperkirakan akan tumbuh 7,3 persen secara tahunan.

“Pertumbuhan PMTB ini terindikasi dari realisasi investasi bangunan yang meningkat sepanjang kuartal I tahun ini serta peningkatan investasi nonbangunan ditunjukkan dengan kenaikan laju impor barang modal,”

Sementara itu, laju konsumsi pemerintah diperkirakan meningkat dari 3,81 persen di kuartal kemarin menjadi 3,95 persen di kuartal I. Peningkatan belanja ini terindikasi dari realisasi penyerapan belanja pegawai, belanja barang dan belanja sosial.

Di sisi lain, kinerja ekspor neto Indonesia diperkirakan akan menghantam pertumbuhan ekonomi. Tercatat, defisit neraca perdagangan sepanjang kuartal I kemarin US$282,8 juta atau lebih rendah dibanding tahun lalu yakni US$4,07 miliar.

“Net ekspor diperkirakan melambat seiring laju impor yang melampaui laju pertumbuhan ekspor sepanjang periode Januari hingga Maret 2018,” terang dia.

Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro juga sepakat bahwa pertumbuhan ekonomi akan mencapai 5,1 persen, terutama didorong pertumbuhan investasi dan peningkatan pengeluaran pemerintah. Di sisi lain, pertumbuhan konsumsi rumah tangga diprediksi masih landai dan berhenti di angka 4,99 persen secara tahunan.

Investasi dianggap menjadi kunci pertumbuhan, melihat pertumbuhan belanja barang modal yang mencapai 27 persen secara tahunan atau 20 persen dibanding kuartal sebelumnya. Namun, ekspor neto lagi-lagi dianggap menjadi biang keladi penghambat pertumbuhan ekonomi kuartal kemarin.

“Kami percaya pertumbuhan impor secara riil di kuartal I 2018 bisa menopang pertumbuhan investasi yang solid. Pertumbuhan ekspor, di sisi lain, tidak bergerak banyak jika dibandingkan kuartal IV kemarin,” terang dia [ cnnindonesia.com ]

Comments Closed
Copyright © Belajar Forex, Broker Forex