Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Nilai Tukar Mata Uang

faktor yang mempengaruhi nilai tukar rupiah terhadap valuta asing

Untuk mengukur tinggi atau rendahnya perekonomian suatu negara biasanya akan dipakai indikator-indikator seperti suku bunga, tingkat inflasi dan juga nilai tukar mata uang dari negara tersebut. Seperti yang kita ketahui bahwa zaman sekarang setiap negara pastinya mempunyai aktivitas perekonomian di pasar bebas dunia dan untuk melakukan transaksi di pasar bebas tersebut maka tentunya nilai tukar mata uang menjadi suatu hal yang sangat penting. Nilai tukar mata uang ini akan sangat berdampak pada portofolio atau return dari investasi yang dilakukan oleh perusahaan investasi ataupun investor asing.

Nilai tukar mata uang berbeda-beda di setiap negara dengan perbandingan mata uang negara lainnya tentunya. Perubahan yang terjadi dengan nilai tukar mata uang antara dua negara akan sangat berpengaruh pada hubungan kedua negara yang bersangkutan. Pastinya perubahan nilai tukar mata uang menyebabkan yang stau negara mata uangnya menguat sedangkan yang negara lainnya akan melemah nilai tukar mata uangnya. Tentunya hal ini juga akan berpengaruh pada harga barang yang diekspor impor antara kedua negara tersebut.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi nilai tukar mata uang ini yaitu:

1. Adanya perbedaan dari tingkat inflasi diantara ke 2 negara

Semakin tinggi nilai inflasi suatu negara maka semakin melemah nilai tukar mata uang negara tersebut dan begitu sebaliknya. Terjadi suatu perbandingan terbalik antara tingkat inflasi dan nilai tukar mata uang. Jika kita lihat perkembangan selama satu dekade terakhir kita akan melihat beberapa negara yang berhasil menekan laju tingkat inflasi negara mereka seperti antara lain Jepang, Swiss dan juga Jerman.

2. Adanya perbedaan dari tingkat suku bunga diantara ke 2 negara

Seperti yang kita ketahui bahwa tingkat inflasi, nilai tukar mata uang dan suku bunga merupakan tiga hal yang tidak dapat terpisahkan dan saling berkaitan satu dengan yang lain. Suku bunga naik maka nilai tukar mata uang naik namun jika suku bunga turun atau melemah maka nilai tukar mata uang pun akan melemah. Saat suku bunga naik maka investor akan tertarik dengan keuntungan yang lebih besar namun bila tingkat inflasi negara tersebut kembali tinggi maka investor akan menarik diri dan hal ini akan memaksa bank sentral dari negara tersebut untuk menaikkan suku bunganya lagi.

3. Neraca perdagangan suatu negara

Naraca perdagangan suatu negara biasanya akan berisi semua hasil jual beli baik barang ataupun jasa dan pembayarannya. Di kenal dua istilah yaitu dedisit dan surplus dalam neraca perdagangan.

4. Public debt atau hutang publik

Jika anggaran neraca perdagangan defisit maka public debt akan meningkat dan akan menyebabkan tingkat inflasi meningkat juga. Tingkat inflasi yang meningkat akan menurunkan nilai tukar mata uang.

5. Kestabilan ekonomi dan politik dari suatu negara

Keadaan politik dan ekonomi yang stabil akan menarik perhatian para investor baik lokal mauoun domestik yang tentunya akan mempengruhi nilai tukar dari mata uang negara tersebut

6. Perbandingan harga impor dan harga ekspor

Bila harga ekspor yang naik duluan daripada harga impor maka itu hal tersebut menandakan menguatnya mata uang negara teersebut karena permintaan barang dan jasanya pun meningkat dan begitu juga sebaliknya.

Comments Closed
Copyright © Belajar Forex, Broker Forex