Harga Minyak Kembali Menguat

Harga Minyak Menguat Dipicu Rebound di Pasar Modal AS

10.4

Harga minyak mentah menguat pada perdagangan Senin (9/4), waktu Amerika Serikat (AS). Penguatan tersebut dipicu oleh rebound pada pasar saham seiring meredanya kekhawatiran terhadap perang dagang antara China dan Negeri Paman Sam.

Dilansir dari Reuters Selasa (10/4), harga minyak mentah berjangka Brent di awal pekan melejit US$1,25 atau 1,9 persen menjadi US$68,36 per barel pada pukul 16.29 GMT.

Kenaikan juga terjadi pada harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) sebesar US$1,21 atau dua persen menjadi US$63,27 per barel.

Kedua harga minyak mentah acuan mengalami kenaikan harian tertinggi sejak 23 Maret 2018

“Setelah menghadapi risiko pada Jumat lalu, sentimen positif di pasar modal mengawali pekan untuk rebound di pasar minyak, dengan tambahan dorongan dari pelemahan kurs dolar,” ujar Direktur Riset Komoditas ClipperData Matt Smith.

Secara umum, indeks pasar saham AS melonjak lebih dari 1 persen. Sebagai catatan, baru-baru ini, harga minyak bergerak seiring pergerakan pasar saham.

Harga minyak jatuh lebih dari 2 persen pada perdagangan Jumat (6/4) lalu, setelah Presiden AS Donald Trump mengancam bakal mengenakan tarif baru kepada China melalui cuitan di laman Twitter. Hal itu membangkitkan kembali ketakutan akan terjadi perang dagang antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut.

Pelaku pasar juga memperhatikan dengan seksama serangan udara di pangkalan udara Suriah pada akhir pekan lalu. Suriah dan sekutu utamanya Rusia menyalahkan Israel yang melancarkan serangan ke pangkalan udara Suriah dekat Homs pada Senin (9/4) kemarin. Kejadian itu diikuti laporan terkait serangan gas beracun oleh pasukan Presiden Suriah Bashar al-Assad ke kota yang dikuasai pasukan pemberontak.

Departemen Pertahanan AS secara resmi membantah laporan stasiun televisi pelat merah Suriah yang menyatakan pasukan militer AS telah menembakkan peluru kendali ke pangkalan udara pemerintah Suriah.

Selanjutnya, harga minyak sejauh ini juga ditopang oleh permintaan yang sehat dan pembatasan pasokan yang dilakukan oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC). Pemangkasan produksi sebesar 1, 8 juta bph itu mulai diimplementasikan pada 2017 untuk mengatasi kelebihan pasokan dan mendongkrak harga pasar.

Di pasar fisik minyak, Irak selaku produsen minyak ke-2 terbesar di OPEC kemarin menyatakan bakal tetap menjaga kestabilan harga untuk pasokan minyak mentah Mei mendatang.

Baru-baru ini, diskon harga antara WTI dengan Brent melebar ke level terbesarnya sejak Januari, mencerminkan beberapa investor yang berhati-hati akibat pesatnya kenaikan produksi minyak AS.

Meskipun demikian, produksi dari cekungan Permian yang produktif saat ini mungkin telah melampaui kapasitas pengangkutan pipa dan dapat mendorong produsen untuk memperlambat kegiatan pengeboran.

Sumber. [ cnnindonesia.com ]

Comments Closed
Copyright © Belajar Forex, Broker Forex