Pertanda Utang Anda Tidak Sehat

Pernahkah anda bertanya-tanya mengapa semakin tinggi income seseorang, ternyata belum tentu membentuk kebahagiaan seseorang? Dan justru bisa jadi malah menurunkan kebahagiaan seseorang.

Berdasarkan kajian-kajian dalam ilmu financial psychology, hal tersebut dikenal dengan nama “hedonic treadmill”. Bingung dengan istilah hedonic treadmill ini?

Secara sederhana hedonic treadmill adalah ketika anda memiliki gaji sebesar Rp 5.000.000/bulan, maka semuanya habis dan anda berharap mengalami kenaikan gaji, namun ketika akhirnya gaji anda sudah naik menjadi Rp 10.000.000/bulan, eh semua habis juga.

Saat income Rp 5.000.000/bulan cukup naik motor. Saat income 10.000.000/bulan naik mobil dan begitu seterusnya hingga anda benar-benar
terjebak dalam hedonic treadmill.

Paham ya sampai sini. Dengan kata lain, nafsu kita untuk terus membeli materi/barang mewah akan meningkat sejalan dengan peningkatan income. Itulah kenapa disebut hedonic treadmill: seperti berjalan di atas treadmill, kebahagiaan pun tidak maju-maju. Sebab keinginan akan materi tidak akan pernah terpuaskan.

Dengan memiliki penghasilan yang terus meningkat saja, ternyata belum tentu memiliki tingkat kebahagiaan, nah kita bisa bayangkan bagaimana dengan seseorang yang baru memiliki penghasilan Rp 5.000.000 (fresh Graduates) namun ingin hidup yang penuh gaya seperti seolah memiliki penghasilan Rp 20.000.000/bulan? Keinginan yang besar tersebut bisa jadi ditutupi dengan berutang dan utang.

Seringkali kita jumpai, seseorang yang memiliki penampilan baik adanya dan tampak dari luar baik-baik saja, ternyata oh ternyata, kondisi keuangannya ternyata penuh dengan utang.

Berapa banyak teman-teman kita atau bahkan diri sendiri yang kerap kali selalu memaksakan liburan ke tempat yang instagramable dengan cara berutang? Atau pernahkah melihat teman yang sampai ditagih debt collector hingga ke kantor? Bisa jadi utang yang anda miliki merupakan utang yang tidak sehat sehingga berapapun besar penghasilan anda, tidak akan pernah membuat hidup anda bebas dari utang.

Padahal Seharusnya kita menyadari beberapa hal yang menunjukkan tanda bahwa utang yang kita miliki sudah tidak sehat dan berikut adalah beberapa hal yang bisa menjadi pertanda bahwa utang anda tidak sehat.

Melewati Rasio Utang Sehat

Sudah bukan rahasia lagi bahwa Rasio Utang yang sehat untuk pribadi ataupun keluarga adalah maksimal 30% dari penghasilan anda. kita tentu sudah sering membaca atau mendengar tentang ini.

Maka seharusnya ini sudah menjadi alarm besar bagi keuangan kita semua, dimana bila sudah mendekati batas ini, kita sudah mulai sadar akan keuangan kita untuk tidak menambah utang lagi yang lebih besar.

Namun pada kenyataannya kita suka abai akan hal ini dan beranggapan bahwa ‘ahh Cicilannya Cuma Rp 799.000/bulan, masih okelah’ atau ‘Ya, kalau tidak beli dengan cara kredit(utang), masa nunggu sampai terkumpul uangnya, ya kelamaan’ atau ‘barangnya sudah keburu sold out deh’.

Kalimat-kalimat seperti inilah yang menjadi pembenaran untuk diri sendiri dan ini sangatlah tidak tepat dilakukan. Bagi yang rasio utangnya masih sehat atau jauh di bawah angka 30%, tentu boleh saja mengatakan demikian.

Lagi-lagi yang terjadi tidaklah seperti itu, karena banyak yang dengan modal nekat dan bergaji pas-pasan melakukan hal ini dengan dalih pembenaran seperti di atas sehingga kebutuhan yang tidak perlu tersebut atau termasuk utang konsumtif tersebut menjadi sebuah barang yang masuk akal.

Hayoo jujur sama diri sendiri ya.

Well kembali lagi dengan rasio utang yang sehat. Banyak yang bertanya Mengapa ada rasio utang maksimal 30% ini? Darimana asalnya dan patokannya? Saya coba mengajak anda sedikit berhitung dan berpikir logika. Dari total penghasilan kita yang 100%, misalkan untuk utang sudah 30%, untuk hiburan 10%, menabung 10%, biaya hidup 50%.

Maka jika utang anda lebih dari 30%, bagian mana yang akan anda rela untuk korbankan? Apakah anda bisa hidup dengan tenang dan nyaman bila rasio utang anda 50% dan biaya hidup 50%. Bila saya coba masukkan angka dengan gaji Rp 5.000.000/bulan, berarti utang maksimal anda setiap bulan adalah sebesar Rp 1.500.000 biaya hidup Rp 2.500.000 menabung dan hiburan berjumlah masing-masing Rp 500.000.

Anda tentu dapat membayangkan dan menghitung sendiri bila rasio utang anda lebih dari 30% setiap bulan, bagian mana yang siap anda korbankan, apakah menabung, hiburan atau memangkas biaya hidup bulanan anda?

Kembali anda yang memutuskan, apakah rasio utang 30% ini sudah logis atau belum. Jangan sampai porsi utang anda besar dan anda tidak bisa menikmati hidup.

Mungkin banyak dari anda berfikir, wah kalau begitu simple saja bahwa bila rasio keuangan tidak sehat berarti rasio utang tidak sehat berarti utang saya tidak sehat. Belum tentu.

[ Detik.com ]

Comments Closed
Copyright © Belajar Forex, Broker Forex