Rupiah Terus Melemah

Pelemahan Rupiah Bisa Memukul Daya Beli Masyarakat.

perkembangan bisnis forex

Pelemahan rupiah diperkirakan dapat mendongkrak inflasi yang memengaruhi harga jual barang konsumsi menjadi lebih mahal. Hal tersebut dikhawatirkan memukul daya beli masyarakat, terutama masyarakat dengan pendapatan 40 persen terbawah.

“Inflasi kemungkinan bisa naik sebesar 3,5 persen-3,8 persen pada kuartal kedua dan ketiga karena depresiasi rupiah,” ujar Ekonom Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Ahmad Mikail, Jumat (27/4).

Dihubungi terpisah, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudistira mengatakan hal serupa terkait daya konsumsi masyarakat yang melesu. Apalagi, tak sedikit bahan pangan yang diimpor.

Ia menyebut bahwa ada beberapa bahan pangan, seperti bawang putih, gula, dan beras yang masih diimpor. Pelemahan rupiah dapat menyebabkan harga barang-barang tersebut cenderung naik dan ujung-ujungnya memengaruhi daya beli masyarakat.

“Hampir semua lapisan masyarakat terkena dampak. Paling rentan kelas bawah karena pendapatan terbatas. Itu memengaruhi daya beli kebutuhan masyarakat dari lapisan yang kurang mampu,” kata Bhima.

Selain itu, ia melanjutkan pelemahan rupiah berpengaruh terhadap produksi barang di Indonesia. Sebagian besar bahan baku barang produksi di Indonesia masih impor. Ambil contoh, terhadap industri farmasi yang 90 persen bahan bakunya impor.

“Barang-barang tersebut diimpor, sementara Indonesia mengimpor banyak menggunakan kapal-kapal asing yang dibayar menggunakan dollar AS, bahan baku impor menjadi lebih mahal, biaya produksi barang-barang meningkat dan di sisi lain biaya kebutuhan logistik juga naik,” tutur Bhima.

Menurut Bhima, daya beli masyarakat saat ini sudah lesu. Jika biaya produksi naik dan daya konsumsi masyarakat menurun, maka kekhawatirannya dapat menekan keuntungan pengusaha domestik.

Beberapa hal yang bisa dilakukan oleh masyarakat dalam mengantisipasi pelemahan rupiah, yaitu mengurangi belanja barang-barang impor, berhemat untuk jangka panjang seperti saat Lebaran, dimana harga barang-barang naik, serta berinvestasi ke barang-barang yang tidak terlalu terpengaruh oleh inflasi seperti emas atau properti.
[ cnnindonesia.com ]

Comments Closed
Copyright © Belajar Forex, Broker Forex