Mengenal Management Resiko Dalam Trading Forex

Saya sudah berkali-kali mengatakan dan mungkin sebagian besar dari anda mengetahui bahwa trading forex termasuk jenis investasi beresiko tinggi. Namun bukan berarti semua resiko tersebut tidak dapat diminimalisir atau diperkecil.

Mengenal Management Resiko Dalam Trading Forex

Dalam dunia trading baik itu forex, saham, index, komoditas dan sebagainya, pasti tidak asing lagi dengan istilah management resiko atau management risk. Manajemen resiko adalah meminimalkan resiko kerugian dengan tujuan memaksimalkan keuntungan. Dengan melakukan strategi manajemen resiko yang baik, Anda bisa memiliki kontrol penuh atas uang Anda. Dengan dibantu manajemen modal yang baik, manajemen resiko akan membantu Anda untuk mengontrol kerugian pada saat trading. Berikut ini beberapa hal mengenai manajemen resiko dalam trading forex yang harus di pahami.

  • Cut Loss

cut loss

Cut loss sebenarnya merupakan management resiko yaitu dengan melakukan penutupan dari posisi terbuka kita saat itu agar tidak mengalami kerugian lebih banyak lagi dan membuat kita terhindar dari margin call (MC) akibat harus membuka kuncian.

Contohnya : Anda sedang trading forex dengan pasangan EUR/USD dan melaukan open sell pada harga 1.50000 dan ternyata harga EUR/USD terus naik maka sebaiknya kita kasih batasan jika melewati 1.50500 maka anda akan close position atau sell close untuk menghindari kerugian yang lebih besar sehingga anda hanya rugi 500 pips.

  • Switching

switching

Switching ini berarti kita berganti arah dengan cara menutup posisi yang rugi dan membuka yang baru sesuai pergerakan pasar untuk menutupi kerugian tersebut dan jika memungkinkan malah memperoleh keuntungan.

Contohnya : Anda trading di pasangan EUR/USD dan anda membuka posisi sell di 1.50000 dan ketika harga EURO naik maka anda cutloss di posisi 1.50500 dan membuka posisi buy di angka 1.50500 dan saat sudah memperoleh keuntungan maka sebaiknya anda melakukan buy close atau menutup posisi sell anda yang terbuka tersebut.

  • Averaging

averaging

Seperti namanya maka averaging adalah management risk dengan mengambil rata-rata dan menutup kemungkinan kerugian tersebut. Tentunya diperlukan modal lebih untuk membuka posisi baru dan juga mempertahankan posisi yang sudah ada yang hasilnya melawan pasar.

Contohnya : Mengambil posisi baru yang tidak searah dengan pergerakan market saat itu dengan jumlah lot yang lebih banyak hingga jumlah kerugian dan keuntungan menjadi nol, lalu tutup semua posisi terbuka namun anda juga bisa mempertahankan harga buy anda yang terbuka lalu menunggu harga jatuh sejauhnya lalu ketika harga akan naik lagi maka ambil posisi buy lagi, sehingga posisi buy awal mengalami kerugian dan posisi buy yang baru mengalami keuntungan dan bila harga naik diatas posisi buy pertama bukan saja anda menyelamatkan posisi anda yang pertama tapi juga mendapatkan keuntungan ganda.

Silahkan beri penilaian untuk artikel ini:

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)

Loading...

Leave a Comment